Masing-masing huruf merupakan bagian individual dalam alfabed. Bentuk dasar huruf tidak adapat diubah, sedangkan variasi bentuknya sangat banyak jumlahnya. Jenis huruf baru selalu dirancang sebagai hasil teknik produksi yang lebih progresif atau sebagai adaptasi daripada mode dan gaya. Namun huruf-huruf alphabet yang kita anut melalui sistem latin memiliki berbagai bentuk, meliputi :

LATAR BELAKANG
Seperti kita ketahui huruf cetak yang kita gunakan sehari-hari di berbagai media, bermula digunakan sejak ratusan tahun yang lalu, tepatnya sejak penemuan huruf oleh Johannes Gutenberg di Mainz, Jerman sekitar tahun 1450 atau menurut dugaan Ruari Mc Lean bahkan sebelumnya. Huruf tersebut pada mulanya dihasilkan dengan cara mencetakkan balok logam yang diukir setelah dipoles atau diberi tinta, kemudian dicetakkan pada kertas yang mirip dengan proses pencetakan menggunakan stempel. Dengan demikian cetakan huruf merupakan susunan satu blok segi empat yang dikenal dengan huruf lepas dari sejumlah alphabet baik huruf besar maupun huruf kecil berikut angka 0 sampai 9, ditambah tanda-tanda baca serta blok kosong sebagai alat untuk memberi spasi atau jarak antar kata.

1. NAMA HURUF DAN JENISNYA
Nama suatu bentuk huruf yang sering disebut jenis huruf (typeface) adalah nama yang dibuat oleh perancangnya berupa abjad lengkap dengan tanda baca serta angka. Kelengkapan seperti ini juga disebut “font”. Jika itu hanya terdiri dari satu ukuran, maka kelompok itu disebut keluarga huruf yang lengkap dengan variasi seperti bentuk normal, medium dan italic. Nama-nama huruf seperti Time, Time New Roman,, Bodoni, Helvetika, Arial dan sebagainya.

2. UKURAN HURUF
Huruf lebih sering diukur dengan point daripada dengan ukuran satuan metrik seperti melimeter. Dalam hal ini baik pica maupun cicero sama-sama terbagi dalam point yaitu dalam perduabelasan.
Karena pada masa sekarang pencetakan tidak lagi menggunakan cicero sebagaimana satuan ukuran dalam cetak letterpress, karena huruf timah sebagai bahan dasarnya sudah tidak digunakan lagi. Satuan ukuran yang digunakan sekarang berdasarkan pada satuan Point dan Pica, karena lebih banyak menggunakan cetak offset.

3. VARIASI HURUF
Sebagaimana diuraikan diatas, bahwa penggunaan jenis huruf dapat dibuat berbagai bentuk variasi seperti miring/kursif/italic, tebal/bold, kirus/light, meninggi/rapat/condensed, tebal rapat/bold condensed, melebar/expended dan sebagainya. Sebagai contoh huruf Helvetica : Normal, Helvetica Italic, Helvetika Condensed, Helvetika Bold, Helvetica Bold Condensed, Helvetica Light dan sebagainya. Dengan demikian, jumlah variasi masing-masinghuruf satu sama lain tidak sama, sehingga hanya ada beberapa saja jumlahnya, sementara ada variasinya sampai puluhan.

4. BENTUK SUSUNAN
Huruf-huruf yang tersusun membentuk kata, kalimat, paragraf yang membentuk kumpulan teks dalam satu blok, dengan kata lain disebut batang tubuh atau blok teks.
Dalam contoh di beberapa media cetak dapat diperhatikan berbagai macam bentuk susunan seperti rata kiri, rata kanan, rata kanan kiti dan simetris. Dalam tipografi dikenal dengan istilah justified, unjustified (flush left/flush right, quad left/quad right), memusat (centring)

5. KETERBACAAN
Menurut DP. Tampubolon dikutip dari Tesis Yuliana P (2003;14), keterbacaan (readability) ialah ”sesuai tidaknya suatu bacaan bagi pembaca tertentu, dilihat dari kesukarannya”. Artinya bacaan terlalu sukar akan menyebabkan pembaca harus mengulang beberapa kali agar mengerti apa yang dia baca.
Untuk itu, tujuan utama tipografi adalah untuk memudahkan pembaca berkomunikasi dengan penulisnya melalui pengolahan susun huruf. Adapun kesulitan atau kekuranglancaran dalam memahami teks akibat kurang benar atau kurang baiknya susunan bahasa. Ini semua merupakan urusan editor/penyunting bahasa.

6. SPASI
Susunan baris teks memerlukan spasi atau jarak antar baris agar mudah dibaca. Pemberian spasi atau ruang, baik antar huruf, kata, maupun baris dalam penyusunan huruf dilakukan oleh mesin secara otomatis. Diantaranya ada pula yang diatur/diprogram lebih dahulu sehingga mesin dapat mengikuti perintah operator. Jarak antar baris yang terlalu rapat atau terlalu renggang sehingga teks sulit dibaca. Dengan demikian ada jarak yang tepat sebagai pedoman secara umum untuk kemudahan dalam membaca deretan huruf teks.

7. ANATOMI HURUF
Huruf-huruf dalam sistem latin terdiri atas bagian-bagian yang mempunyai tinggi x-Height, leher/kepala yang biasa disebut ascender dan kaki yang menggantung disebut descender. Akan tetapi tidak ada satu hurufpun yang mempunyai ketiga bagian secara lengkap, kecuali huruf “f” yang italic/miring. Itupun tidak semua jenis huruf, bahkan ada huruf yang hanya dibuat huruf besar (capitalnya) saja.

Huruf latin tidak seperti huruf daerah di indonesia, misalnya huruf Jawa, Sunda, Bali, atau huruf Devanagri di india yang menggantung pada barisnya, tetapi huruf latin yang kita pergunakan sekarang berdiri atau bertumpu di batas garis yang disebut dengan garis alas atau baseline.

Semoga berguna…